Pemikiran Islam Ir.Sukarno bag II - Cemonggaul.Com


Filsafat ketuhanan Ir.Sukarno


pemikiran Islam Ir. SukarnoPola pikir Ir. Soekarno yang berusaha menerawang jauh ke dunia filsafat membuat beliau harus menyimpulkan sebuah argumen yang berdasarkan ajaran Islam yang dimana beliau membandingkan filsafat ketuhanan dengan ajaran agama lain. Beliau membuat sebuah argumen dan dialektika sebagai berikut:
Dalam beliau punya bukti Tuhan itu ada, Ir. Soekarno menjawab: “ya. Jikalau saya harus membuktikan kepada saudara bahwa tuhan itu ada, saya tidak bisa. tetapi saya bisa membuktikan kepada diriku sendiri, bahwa Tuhan itu ada. Apa buktinya? saya berkata : sering saya bercakap-cakap dengan Tuhan saya berkata bahwa saya sering meminta kepada Zat itu, dan Zat itu memberikan kepada apa yang kuminta. Nah itulah bagiku satu bukti yang nyata bahwa Tuhan itu Ada. Dan memang saudara - saudara sering saya memohon sesuatu kepada Zat yang dinamakan Allah SWT itu dan apa yang kuminta diberikan oleh-Nya. Bagiku itu adalah satu bukti yang kuat, yang teguh, yang nyata, yang tak dapat dibantah bahwa zat yang kuminta itu ada, bahwa Tuhan itu ada.

Pemikiran yang beliau paparkan merupakan sebuah gambaran realitas berfikir yang berdasrkan fenomena kehidupan manusia. Sebuah argumen yang muncul secara empirik, logika rasionalitas yang mengharapkan bukti materi adanya Tuhan. Dalam lebih lanjut tentang eksistensi Tuhan beliau menggunakan perbandingan dengan agama lain dan pemikir - pemikir besar lain.Analisa Filasatnya adalah sebagai berikut:
Dalam buku-buku Sosiologi disebutkan ; Tuhan dimanakah engkau bagaimanakah rupamu. Disini dikatakan Tuhan itu petir dan sungai dan laut dan batu. Dalam kitab Bagawat gita dikatakan bahwa senyum simpul seorang gadis cantik, itulah, disitu Tuhankulah. Saya adalah di dalam api, aku ada didalam panasnya api.Didalam risalah Vivekananda diceritakan tentang keberadaan Tuhan, Orang Hindu yang kurang penjelasan sampai menggali sumur dipinggir sungai gangga dan orang-orang itu bermeditasi di dalam sumur tersebut. Dikiranya di dalam sungai Gangga itu Tuhan bersemayam.

Analisa Ir. Soekarno dari Al-Qur’an yang menjelaskan tentang Tuhan adalah sebagai berikut:

“Tuhan ghaib yes. Ghaib yang tidak bisa engkau lihat. Tetapi tuhan bukan satu person, satu personaligke god yang bersinggasana di langit ke 7. Tuhan adalah satu zat yang meliputi seluruh alam, bukan hanya disana, dimana-mana, tetapi Esa, Satu. Tuhan ada di Pucuk Gunung yes. Tuhan ada di langit, yes. Dimana-mana Tuhan , tapi satu, Esa. Bukan satu barang terpencar-pencar, sebagian di bintang Venus, sebagian di Matahari, sebagian di Bulan, tidak. Tetapi satu Zat Maha Zat yang dimana-mana juga dihadapanku, juga dihadapanmu, juga diatasmu tetapi satu, Esa. Inilah jawaban yang aku dapat daripada Al-Qur’an tentang Tuhan. Tuhan yang Maha Esa.

Pemikiran Ir. Soekarno Terhadap Islam dari tinjauan Sosiologis.


Selama masyarakat Islam masih bertaqlid buta terhadap mujtahid-mujtahid maka umat Islam akan mengalami degradasi pemikiran. Sebab mereka selalu membanggakan terhadap bangsa Islam lain yang sudah maju tanpa mengikuti jejak yang dilakukannya. Sedangkan masyarakat bukanlah barang mati yang tidak berubah akan tetapi sebaliknya, masyarakat selalu berubah terus berkembang sesuai dengan bertambahnya usia zaman. Masyarakat adalah bukan barang mati tetapi, mengalir, berubah senantiasa maju, ber-evolusi dan dinamis.

Realitas masyarakat yang digambarkan menurut Ir. Soekarno tidak lebih terbelenggu oleh taqlid buta dan pemikiran umat Islam yang kurang radikal serta kurang memahami maksud Nabi Muhammad SAW. Dalam urusan Dunia Nabi sudah menyerahkan kepada diri kita sendiri perihal urusan dunia, membenarkan segala urusan dunia yang baik dan tidak haram atau makruh.

Sedangkan masyarakat mempunyai barometer tentang Islam yang sangat sempit, siapa orang yang dahinya hitam karena sujud, jubahnya panjang dan berjenggot serta membawa tasbih kemana-mana dialah yang dinamakan Islam. Akan tetapi satu sisi mengkafirkan pengetahuan, kemoderenan, kecerdasan dan rasionalitas. Inilah yang membuat Islam terpuruk bukan sebab ajarannya tetapi pola pikir dan perilaku umat Islam itu sendiri.

Dalam esensi Islam yang dibutuhkan adalah ruh islam yang berkobar-kobar, api Islam yang menyala-nyala bukan hanya amal ibadah saja yang di nomor satukan. Umat Islam pada umumnya hidup dalam ke-kolotan dan kebekuan. Inilah yang menyebabkan kita mengalami degradasi serta decline dalam sejarah dunia. Hal ini terbukti dalam sejarah dunia Islam, kebudayaan, kesenian, kesusasteraan dan ilmu pengetahuan. Kekalahan ini juga meliputi dalam bidang politik, ekonomi dari imperialisme dan kolonialisme. Semua itu disebabkan padamnya api Islam dan pada umumnya umat Islam hanya mengambil dan mewarisi abunya Islam. Tetapi tidak mempusakai api citanya ajaran Islam. 

............................................. BERSAMBUNG .............................................

No comments:

Post a Comment

NO SARA NO SPAM. THANX