Mengulas Sejarah Hidup Bung Karno bag. II

Mengulas Sejarah Hidup Bung Karno - Memang sosok Presiden RI yang pertama ini sangatlah layak untuk diketahui oleh generasi muda jaman sekarang. Bagaimana kepribadiannya, gaya kepemimpinannya, semangat Nasionalisme yang dimilikinya, dan masih banyak lagi yang perlu diteladani oleh para generasi muda sekarang umumnya dan para pemimpin RI setelahnya. Posting kali ini melanjutkan posting sebelumnya yang berjudul Mengulas Sejarang Hidup Bung Karno bag. I yang mengulas masa kecil dan masa pendidikan beliau. Jadi bagi yang belum membacanya silahkan membaca dulu posting saya sebelumnya. Dan bila ingin melihat koleksi-koleksi foto Bung Karno yang saya miliki, silahkan melihatnya di sini, terus di sini, atau disini, juga di sini.

Masa Perjuangan Dan Kemerdekaan (Tahun 1928 – 1945 )


Sebagaimana keterangan di posting saya Mengulas Sejarah Hidup Bung Karno bag. I, Soekarno mendirikan Klub Studi Umum di Bandung pada tahun 1926, sebuah klub diskusi yang berubah jadi gerakan politik radikal belakangan. Namanya kian menjulang ketika setahun kemudian dia menulis rangkaian artikel berjudul Nasionalisme, Islam, dan Marxisme dalam Indonesia Moeda—penerbitan milik Klub.

Di situ, Sukarno mendesakkan pentingnya sebuah persatuan nasional, satu front bersama kaum nasionalis, Islamis, dan Marxis, dalam perlawanan tanpa-kompromi (non-kooperatif) terhadap Belanda. Pada tahun 1927 Seokarno dan kawan-kawanya mendirikan PNI .Dengan demikian ia mulai berperan secara aktif dalam dunia politik dan tampil sebagai salah seorang pelopornya.PNI segera menjadi Partai besar dan sangat berpengaruh dimasyarakat Indonesia berkat kepimimpinan Soekarno. Seokarno mencoba untuk melakukan rekonsiliasi demi terwujudnya persatuan dan kesatuan. Idiologi partai politik tidak lain adalah ingin mencapai Indonesia merdeka.

Dengan kata-katanya, Sukarno menjembatani dan menyatukan berbagai elemen yang berbeda serta memberi mereka sebuah kebersamaan identitas. Dengan itu, Sukarno berjasa mengilhami Sumpah Pemuda tahun 1928 dan secara brilian merumuskan dasar negara Pancasila. Pada dasarnya Sumpah Pemuda adalah usaha untuk merumuskan apa-apa yang telah dijalankan oleh partai-partai politik Indonesia yang telah ada. Secara singkat peristiwa yang terjadi antara tahun 1928-1946 adalah sebagai berikut :
  • 28 Oktober 1928 .Sumpah Pemuda. Berbagai kelompok pemuda menyatakan "memiliki bangsa, bahasa, dan tanah air yang sama: Indonesia." Lagu kebangsaan Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan. 
  • 29 Desember 1929 .Sukarno ditangkap bersama tokoh PNI lain dan dijebloskan ke tahanan Penjara Banceuy. Tuduhannya: merencanakan pemberontakan kepada Belanda. 
  • Agustus 1930 .Pengadilan Sukarno. Dalam pembelaannya yang amat terkenal, "Indonesia Menggugat", ia mengecam penjajahan dan menyerukan perlawanan. Untuk pertama kalinya dia memakai istilah "Marhaen" sebagai ganti kaum buruh (proletar).
  • 31 Desember 1931 .Hukuman Sukarno dipotong dua tahun dan ia dibebaskan. PNI pecah, Sukarno belakangan memilih masuk Partindo. 
  • 1 Agustus 1933 .Sukarno ditangkap untuk kedua kalinya. 
  • 21 November 1933 .Sukarno menyatakan diri keluar dari Partindo. 
  • 17 Februari 1934 .Sukarno dibuang ke Ende, Flores. 
  • Februari 1938 .Pengasingan Sukarno dipindahkan ke Bengkulu. 
  • 9 Juli 1942 .Sukarno kembali ke Pulau Jawa dan merebut simpati sebagai pemimpin pergerakan Indonesia di zaman Jepang 
  • 16 April 1943 .Bersama Jepang, Sukarno membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera), yang ternyata dipakai Jepang sebagai pekerja paksa (romusha) dan menjadi propagandis Jepang. 
  • 7 September 1943.Penguasa Jepang menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia kelak di kemudian hari (tidak ada batas waktu spesifik). 
  • 1 Juni 1945 .Dalam rapat Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Sukarno melahirkan istilah Pancasila, yang menjadi dasar negara Indonesia. Rapat itu juga menyekapati Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstituti negara Indonesia. 
  • 16 Agustus 1945 .Sukarno menolak tuntutan pemuda untuk memproklamasikan Indonesia dengan alasan belum mendapat kepastian menyerahnya Jepang dalam perang. Mereka menculik Sukarno dan Hatta dan membawanya ke Rengasdengklok. 
  • 17 Agustus 1945 .Proklamasi Indonesia dibacakan Sukarno dan Hatta, atas nama bangsa Indonesia.
  • 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang dan menetapkan Sukarno sebagai presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Kelak mereka dikenal dengan Dwi-Tunggal
Ir Sukarno tumbuh sebagai seorang pecinta bagi bangsanya, seluruh hidupnya diabdikan kepada bangsa Indonesia. Suka duka seorang penyambung lidah rakyat telah dijalani, masa mudanya dihabiskan pada dunia politik dengan harapan bahwa Indonesia harus merdeka sekarang. Memang resiko yang dihadapi adalah sangat berat, penjara bukanlah barang yang menakutkan. Memang perjuangan beliau bersama founding fathers negeri ini tidak sia-sia. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia resmi merdeka dengan adanya Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Semenjak itulah Indonesia dipimpin oleh duet Putra Sang Fajar dan Muhammad Hatta yang ahli tentang ekonomi.

Masa Menjabat Presiden RI Pertama ( 1945 –1959)


Herbet Feith membagi masa kepemimpinan Soekarno menjadi tiga periode, yaitu Periode Revolusi Fisik (1945-1949), Periode Demokrasi Liberal (1950-1959), dan Periode demokrasi Terpempin (antara tahun 1959-1965).

Pada periode revolusi fisik (1945-1959) ini yang menjadi tema pokok dari pemimpin bangsa adalah hal-hal yang lebih banyak mencari landasan buat perjuangan bersama. Sebab bangsa Indonesia pada waktu itu, masih dalam perjuangan melawan musuh yang sama, sehingga perbedaan-perbedaan yang terdapat dikalangan para pemimpin untuk sementara diendapkan untuk menjaga keselamatan dalam rangka menghadapi agresi Belanda. Ringkasan perjalanan Soekarno dalam periode ini adalah sebagai berikut :
  • 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang dan menetapkan Sukarno sebagai presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Kelak mereka dikenal dengan Dwi-Tunggal.
  • 3 November 1945 .Pemerintah mengeluarkan maklumat yang isinya menyukai terbentuknya partai politik dan mengadopsi sistem parlementer. 
  • 14 November 1945 .Kabinet pertama yang baru berusia tiga bulan jatuh, digantikan kabinet kedua dengan bentuk parlementer di bawah Perdana Menteri Sjahrir. Sejak saat itu, kabinet selalu jatuh-bangun. 
  • 18 September 1948 .Pecah pemberontakan PKI Madiun yang dipimpin Muso, tokoh PKI yang sejak 1920-an mengungsi di Moskow. 
  • 27 Desember 1949. Lewat Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda resmi menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat. Pada Agustus 1950, ia berhasil menyatukan negara dalam negara itu menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
  • 17 Oktober 1952 .Dikenal sebagai Peristiwa 17 Oktober, ketika sebagian tentara angkatan darat mengarahkan moncong meriamnya ke Istana dan menuntut Sukarno membubarkan parlemen. 
  • 18 April 1955 .Berlangsung Konferensi Asia Afrika atas prakarsa Bung Karno.
  • 31 Desember 1956. Muhammad Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden RI. 
  • 21 Februari 1957 .Sukarno membekukan sistem demokrasi parlementer yang berlangsung sejak 1950 dan menggantinya dengan demokrasi terpimpin. 
  • 14 Maret 1957 .Sukarno memberlakukan keadaan perkng dan darurat perang (SOB) akibat banyaknya pemberontakan militer di daerah. 
  • 30 November 1957.Terjadi percobaan pembunuhan terhadap Sukarno. Semua pelaku dihukum mati. Para pelaku diidentifikasi sebagai kelompok antikomunis. 
  • 5 Juli 1959.Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang isinya membubarkan konstituante (DPR Sementara) dan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. 
Memasuki masa kejayannya pada tahun 1960 – 1965 dengan semanagat revolusi yang menggetarkan dunia telah menjadi bumerang bagi dirinya, pemerintahannya dan bangsa Indonesia umumnya, karena revolusi yang dibangun untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia yaitu tercapainya masyarakat yang adil, makmur berkesejahteraan atau menurut beliau “sosialisme ala Indonesia” telah mengundang musuh yang banyak. Terutama negara-negara kapitalis yang merasa mendapat tantangan yang dasyat dari Ir. Sukarno secara pribadi maupun pemerintah Indonesia dimana beliau sebagai Presiden Republik Indonesia. Memang tidak sedikit kawan Ir. Sukarno terutama dari negara berkembang yang sebenarnya akan tergabung dalam New Emerging Forces, tetapi musuhnya adalah negara yang kuat dan sudah maju. Realitas inilah dengan berbagai cara pihak musuh yang nota benenya adalah pihak kapitalis merencanakan penggulingan Presiden Sukarno secepatnya sebelum terbentuknya New Emerging Forces. Sampai pada akhirnya peristiwa 1 Oktober 1965 terjadi, sebagai manifestasi runtuhnya pemerintahan Sukarno yang sampai sekarang kebenaran sejarah tersebut masih diselimuti misteri.

Dengan dimulainya peristiwa 1 Oktober 1965 keadaan negara Indonesia semakin kacau, perang saudara terjadi, pembunuhan massal dilakukan tanpa merasa berdosa. Sampailah pada tanggal 7 Februari 1967 Presiden Sukarno mengirimkan surat kepada Jenderal Suharto yang menyatakan bahawa ia bersedia mengakhiri dualisme pemerintahan ini. Dan pada tanggal 20 Februari 1967 Presiden Sukarno mengumumkan kesediannya menyerahkan kekuasaan eksekutif kepada Jenderal Suharto dengan maksud mengakhiri dengan cepat konflik politik. Sementara itu usaha menurunkan Presiden Sukarno secara konstitusionil telah dipersiapkan dengan Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, yang bersidang tanggal 7 Maret 1967, maka dengan demikian berakhirlah karier politik Ir. Sukarno.

Masa Pasca Menjabat Presiden sampai wafat (1959 –19 69)


Setelah jatuh dari kekuasaannya, beliau “dikarantina” oleh pemerintahan Suharto di Batu Tulis Bogor sampai pada tahun 1969. Kemudian mengingat kondisi kesehatan Ir. Sukarno semakin memburuk maka dipindahkan ke Wisma Yaso, penyakit ginjal yang diderita semakin parah, proses karantina terus berlangsung. Terhitung sejak tanggal 11 Juni 1970 akhirnya Ir. Sukarno dibawa ke RSPAD untuk perawatan intensif, kemudian sampai pada tanggal 21 juni 1970 jiwa Ir. Sukarno sudah tidak tertolong lagi. Tepatnya tanggal 21 Juni 1970 jam 7 malam bersamaan dengan akan dirayakannya Hari ulang Tahun Jakarta seorang negarawan bangsa Indonesia, Putra Sang Fajar menutup matanya, meninggalkan dunia fana dengan segala macam ragam tingkah tingkah laku manusia, dengan segala kemunafikan dan keserakahannya.

Di dalam kenangan dunia Ir. Sukarno dilukiskan sebgai berikut; dalam masa kejayaannya Ir. Sukarno adalah sosok yang penuh dengan kontroversi. Dimata lawan politiknya seperti Williard A Hanna berkata: Bung Karno adalah politisi tanpa identitas dan prinsip yang berpadu dalam dirinya Nabi dan playboy, setengah dewa dan pemimpin rakyat, tukang sulap dan tukang obat, akan tetapi orang orang Arab menamakannya Rais, orang Mesir menamakannya Al-Hakim, sampai-sampai John F. Kennedy menyebutnya George Washington dan Jefersson-nya Indonesia.

Inilah perjalanan anak bangsa yang dipenuhi oleh kecintaan pada rakyat, telah meninggalkan kita semua, hanya do’a rakyat Indonesia yang bisa menghantarkan jenazahnya sampai keliang lahat, semoga beliau diampuni segala dosanya yang pada akhirnya ditempatkan sesuai pada posisinya. Dan realisasi dari ajarannya dan tercapainya Indonesia yang adil, makmur dan berkesejahteraanlah yang mampu mengobati luka hati Sang Penyambung Lidah Rakyat ini.

Semoga Sejarah Hidup Bung Karno ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua pada umumnya untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari segala macam bentuk penjajahan dan penindasan serta adil makmur dan sentosa. Dan khususnya, semoga bisa menjadi teladan bagi para Presiden Indonesia selanjutnya.

TAMAT

Sumber: Skripsi "Pemikiran Pendidikan Islam Sukarno" yang ditulis oleh Sodik Purnomo STAIN MALANG